Selasa, 06 Maret 2012

Bali I luv You

Bali I luv You

Dear Bali

Apa yang akan kamu lakukan saat cinta hanya sebuah jalan yang terpenggal

Apa yang kamu lakukan apabila cinta hanya perkenalan setengah jalan

Apa perlu cinta itu dinanti, sampai kapan cinta harus aku nanti

Bila cinta yang datang hanya untuk membunuhku dalam sepi

Kuta 2012

Tak ada orang yang aku kenal di pantai ini semua seakan sangat asing disini sendiri dan sepi yang kurasa saat semua berkata,Bali itu sangat Indah. Kususuri pantai putih lembut dan kudengar desah ombak sore ini begitu lembut,sendu seakan sebuah lagu ini benar adanya,

When will I see you again?

You left with no goodbye

Not a single word was said

No final kiss to seal any sins

I had no idea of the state we were in

Don’t you remember by adele

Masih teringat ketika aku pertama kali mengucapkan kata cinta disuatu sore yang mendung setelah hujan seperti ini,ah cerita lalu itu harusnya tak kuingat terus karena aku datang kesini di pulau dewata ini untuk menulis.

Kakiku kembali melangkah membelah pasir halus yang terhampar di pantai kuta yang seharusnya sangat ramai tapi karena ini bukan musim libur dan musim hujan jadi hanya beberapa turis saja yang aku lihat.

Rasa laparku semakin menggodaku untuk naik kejalanan kuta di mana banyak sekali hidangan lokal dan interansional tersedia disana, sambil berjalan naik aku telepon salah satu temanku di Legian. Setelah ngobrol sedikit aku mengajaknya untuk makan siang walau sekarang sudah tidak bisa disebut siang lagi.

Disalah satu café aku berhenti setelah melihat apa saja yang tersaji aku mencoba menu aneh tapi menggelitik keingin tahuanku yaitu ikan Mahi-mahi.

Aku tertawa sedikit nama ikan itu seakan mengingatkanku akan nama salah satu daerah di kota asalku hahahaha.

Sepuluh menit kemudian temanku datang dengan sedikit tergesa-gesa dia berkata,”sorry Bali maceeet sekarang”. Aku hanya tersenyum lagian aku baru datang di bali mana hafal soal apa dan bagaimana di Bali.

Temanku ini sangat rame dari jaman kuliah dulu dia yang seakan-akan menajdi pom-pom boys dan maskot kelasku, sambil makan aku mendengarkan segala celotehnya yang selalu menggelitik benakku dan sedikit flash back mengingat jam kuliah dulu.

Ketika asik dengan segala obrolanku aku terhenyak dengan pemandangan yang ada di depanku, seorang perempuan dengan rambut sepundak berjalan perlahan kearahku. Untuk beberapa detik aku terdiam ,kaku,bingung atau lebih tepatnya Ge-Er ketika si wanita cantik ini menatap dan berjalan kearahku. Namun yah harus akui aku memang Ge-er karena dia berjalan dan duduk di meja sebelahku.

Makanan sudah diangkat dan kini kita sedang tertawa membahas bagaimana dulu jaman kita sekolah dan memang angkatan kita terkenal sebagai angkatan paling kreatif tapi paling rebel terhadap manajemen kampus. Disela-sela keceriaan di mejaku aku menangkap sinyal murung di meja sebelah, perlahan aku curi perhatian wanita disebelahku yang nampak resah, sudah sekitar 30 menit dia duduk disitu namun entahlah apa dan siapa yang dia tunggu aku jadi sedikit iba karena aku ga pernah menyuruh seorang cantik dan indah menunggu lama seperti itu.

Ketika kita berjalan menuju keluar dari cafe tiba-tiba dari arah belakangku seseorang menyenggolku, maaf ...ternyata wanita cantik yang duduk dibelakangku nampak tergesa-gesa menuju mobil karimun silver yang terparkir didepan cafe. Aku terdiam sebentar memperhatikanya aku lihat pengemudi di dalam karimun seorang pria dengan gaya metropolitan. Aku melihat ada sedikit pertengkaran kecil namun berat antara si wanita,hadeuh biasa hal kaya gitu mah disini bentar lagi si ceweknya pasti turun deh dari mobil, kata temanku sambil nyengir.

Seperti peramal no wahid temanku menghitung 10..11..12...13...tepat pada hitungan itu karimun silver berhenti setelah melaju dan benar si wanita keluar dengan wajah sedikit sembab berjalan menjauhi karimaun dan yang paling mencengangkan dia berjalan dan memandang tepat kearahku...